"Hey guys, please enjoy reading my blog. Sorry for any mistakes. Just practicing my written and english skill. Thanks!" :)

Cobalah Bersyukur


Bersyukur, menemukan beberapa motivasi dan semangat yang paling tidak mendesakku untuk "jangan malas". Aku ingin bercerita, yah bisa dikatakan sedikit banyak curhat. Sedikit mengembalikan waktu dan mencoba untuk meresapi rasa syukur yang seharusnya terlantunkan disetiap nafasku.
Aku seorang anak yang terlahir (alhamdulillah) normal, dengan keluarga yang (alhamdulillah) tak bermasalah, karena mereka saling menyayangi. Aku adalah seorang anak yang tumbuh dan berkembang dengan baik dibawah naungan orang tuaku tercinta. Terus tumbuh, dan (alhamdulillah) telah bisa menangis, merangkak, berdiri, berlari, berbicara, membaca, berhitung, bermain loncat tali, bersepedah, dan masih banyak lagi kemajuan - kemajuan hidupku.
Aku mulai belajar di sebuah TK di Palangkaraya, masuk Sekolah Dasar di usia 5,5 tahun masih di kota yang sama, melanjutkan kelas 3 dikota Bandung dan lulus SD hingga sekarang yang sedang memakan (ketahuan kalo laper) bangku perkuliahan di kota Surabaya yang panas, namun memberiku suatu kehidupan yang lebih baik (alhamdulillah). Sebenarnya, kalau saja kutuliskan kata (alhamdulillah) di setiap kataku, mungkin akan sangat melelahkan menghitungnya, belum lagi jika semua cerita diatas aku beberkan disetiap detik pertumbuhan besarku. Hfiuh... Akhirnya aku pun harus mengatakannya lagi "alhamdulillah ya Allah, aku sangat bersyukur Engkau berikan beragam kenikmatan serta anugerah yang tak terhingga banyaknya".
Metamorphoself
Aku sadar kata syukur saja tak cukup untuk menebus semua nikmat yang Engkau berikan. Dan aku pun sadar tak disetiap detik aku bisa mengucapkan "alhamdulillah". Tapi, setidaknya aku pun juga tersadar untuk membuat seluruh detik yang akan kulangkahi menjadi detik - detik yang penuh syukur dan insya Allah atas seizinnya menjadi bermanfaat. "Bismillah", mungkin inilah kata kuncinya. Aku memang tak bisa menggantikan waktu, juga tak dapat mengendalikan waktu (walau seringkali berandai dan berkhayal.xp) tapi toh, dengan menggunakan seluruh waktu kita di jalan-Nya, bukankah itu pun termasuk dari perilaku syukur ? Sayangnya, (sadar juga kalo) aku tak mungkin bisa menyerahkan seluruh waktuku untuk berjihad seperti pada waktu nabi - nabi terdahulu kan. Hmmm, tapi jangan khawatir, bukankah berangkat kuliah dengan niat tulus menuntut ilmu, mencium tangan kedua orang tua, mengucapkan salam, dan satu hal lagi mengucap kata bismillah sebelum mengegas motor pun juga termasuk perilaku syukur?
Dimulai dari diri sendiri, dimotivasi oleh diri sendiri, namun kebaikannya tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan... Hmm, biar Allah lah yang menjawabnya. =)