"Hey guys, please enjoy reading my blog. Sorry for any mistakes. Just practicing my written and english skill. Thanks!" :)
Tampilkan postingan dengan label hand made. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hand made. Tampilkan semua postingan

Spaghetti dan PopCorn

Sepertinya aku punya hobi baru nih. Haha...
Entah sejak kapan, tapi melihat postingan blogku yang isinya kebanyakan ngomongin makanan,
aku jadi berfikir, "Sepertinya sekarang aku berhobi makan". Haha
Oke deh waktunya masaaaakkkk,
kali ini aku membuat makanan - makanan instan yang sangat mudah sekali dibuat. xp



Hmm, melihat ada sekotak La Fonte dan Sebungkus jagung PopCorn nganggur,
hatiku tergerak untuk mengolahnya menjadi penganan pengganjal perut. xp
Mulai dari membuat PopCorn.
Hmm, udah pada tau belum hayooo caranya buat PopCorn ?
(berharap mendapat jawaban "Bellloooonnn" xp)
PopCorn atau yang orang - orang kenal dengan sebutan "Berondong Jagung" ini terbuat dari buah jagung yang dimasak bersama mentega.
Dan saat dipanaskan jagung ini akan meletup dan taraaaaa terbentuklah popcorn.


Popcorn pertama kali ditemukan oleh warga asli benua Amerika ribuan tahun yang lalu.
Dan entah bagaimana ceritanya makanan ringan ini menjadi cemilan khas yang sering ditemui di bioskop - bioskop.


Setelah mendapatkan dua toples popcorn dengan dua rasa yang berbeda (manis dan asin), aku pun melanjutkan mengolah sesuatu yang bisa dimakan.
Karena yang kutemukan adalah sekotak La Fonte,
yasudalah Spaghetti adalah menu makan siangku hari ini.
Setelah mengikuti prosedur yang ada dibalik kotaknya,
dan tarrraaaaa Spaghetti Saus Ayam alaeka siap disantap. haha (awas ngiler.xp)
SELAMAT MAKAN ...
Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinna'adzaabannar... =)

Gorengan

Buka kulkas, dan kulihat sebungkus kulit lumpia ada disana.
"Hmm, enaknya dibuat apa ya bu?" 
Tanyaku pada ibu yang entah sedang membuat apa. xp
"Ya, terserah" 
Sambil sibuk sendiri.
"Dibikin gorengan kayak yang di bakso - bakso boleh bu!"
"Boleh" 
dengan wajah yang menunjukkan keheranan dan ketertarikan. (Mungkin ibu bingung, sejak kapan anaknya ini suka urusan dapur? hehe xp)
"Bahannya apa aja bu?"
Ibu pun penyebutkan bahan - bahannya.
Ada wortel, daun bawang, tepung, air, telor.
Karena bikinnya yang simple - simple aja jadi bahannya ya seadanya. hehe...
Melihat wortel di depan mata, langsung aja aku comot beberapa yang sudah ibu potong. Padahal mau dibuat sayur sop. hehe xp






Yuppy, dengan resep ala kadarnya dan nekat coba - coba, 
akhirnya jadi juga gorengan ala chef One. Hehe xp
Its yummy...

Make a box

Nananana, make something ahh...
Kebetulan, kotak kertas-kertas kadoku sudah gak berbentuk.
Okeh, make it bzzzzzttttt, COLORFULL.



Yey, I have something in this week.

Fabrican Si Baju Instan

Pasti pada pernah makan mie instan kan?

Tinggal rebus trus campur dengan bumbunya beres deh, tinggal lep makan.
Kalo ngomongin tentang yang instan - instan, pasti bayangannya adalah cepet, gampang, dan gak ribet.

Tapi pernah kebayang nggak ada baju instan?

Kebayanglah, yang biasanya dijual ditoko itukan juga instan.
Tinggal pilih, bayar, pake deh.
Wooopz, bukan itu maksudnya.
Jadi yang dimaksud dengan baju instan adalah baju yang bisa kamu buat sendiri secara instan dengan bentuk dan model yang kamu sukai.
Haaaaahhh?

Gemana caranya?

Caranya adalah dengan menggunakan Fabrican.

Hah? Apaan tuh Fabrican?

Fabrican itu adalah singkatan dari fabric in an aerosol can atau kain dalam sebuah kaleng aerosol.
Dan cara pakainya tinggal semprot.
Lucu kan.

Loh. Nggak percaya?

Liat deh gambar dan video ini.




Nah, beneran kan. Hihihi
Serunya lagi baju yang udah jadi, bisa dilepas, dicuci dan dipakai berulang kali.
Hmm, sebenarnya apaan sih isi dari kaleng semprotan ajaib ini?
Menurut informasi yang saya baca (koran Surya, 17 Sept'10), bahan - bahan Fabrican terdiri dari serat kapas, polymer, dan bahan pelarut yang berfungsi menjaga agar campuran tersebut tetap berbentuk cair.
Sayangnya Fabrican belum dijual di pasaran. 
Tapi diperkirakan baju instan ini akan meledak di pasaran beberapa tahun kedepan lhooo.

Roti Goreng Coklat Keju

Hmm, masih ada coklat keju nih, sisa kemaren bikin brownis.
Enaknya dibuat apa ya?


Buka - buka kulkas ternyata ada sebungkus roti tawar. Wah, enak nih.
Waktunya meracik...


Hummm, yumyum. 
Roti di dikasih serutan cokelat, parutan keju, dan taburan choco chips warna - warni.
Terus tinggal di goreng di atas teflon yang uda dikasih mentega.


Wuah, coklatnya meleleh. Makin mantab aja. Hyakakakakaka...




Enak deh, beneran. dont Please try it at home. =)

Brownis


Kapan hari aku dapet temen baru. Dia temen daerah rumahku. Dan kebetulan dia adalah mahasiswi Teknik Informatika ITS (wow, keren yah. haha). Dia dua bersaudara dan kebetulan dia juga anak sulung sama sepertiku. Dia punya adik cowok dan yang lebih mencengangkan lagi. Adeknya yang cowok itu juga keterima jadi mahasiswa fakultas dan institut yang sama dengan kakak ceweknya itu. Hoaw, tambah iri deh. Tapi yang mau aku ceritain disini bukan betapa irinya aku dengan status kemahasiswaan mereka (aku bangga kok jadi mahasiswa fakultas farmasi UNAIR), tapi tentang brownies. Heeehh? Apa hubungannya? Ada dong hubungannya, tinggal di hubung – hubungin aja. Beres kan (mulai geje*).
Oke,mulai serius. Kapan hari (lagi*), temen baruku ini berbagi ilmu tentang “bagaimana/tata cara membuat brownis”. Dan sedikit mau pamer, ilmu baruku itu barusaja aku praktekkan di rumah. Yup, aku bikin brownis sendiri. Wenak lho, mantab lho. Hayoooo...

“Ealah, gitu ae bangga”

Lho iya dong, jarang – jarang EkaK yang baik hati, suka menolong, rajin menabung deelel ini bisa masak. Dan herannya gara – gara belajar bikin brownis, aku jadi sering ngumpulin resep – resep masakan. Haha... Yah, moga aja ini awal mula terbentuknya hobi baruku yaitu masak (Amin).


Sebenarnya dulu aku punya cita – cita punya resto sendiri lho. Sayangnya, karena kesibukanku yang tiada tara (halah, sibuk lapo?), mengurungkan niatku tuk belajar masak. Hehe
Tapi sekarang aku sadar (alhamdulillah, akhirnya), biarpun jaman sudah berubah, dan emansisapi emansipasi wanita sudah merajalela dimana – mana, tapi yang namanya cewek pinter masak itu adalah suatu nilai plus yang tiada dua, tiga, dan empatnya. Apalagi jaman sekarang, dimana – mana mol, dimana – mana resto, wehwehweh, hidup kita udah dimanja aja. Berbagai junk food dimane – mane. Dan yang namanye penyakit udah berkembang biak, bahkan spesiesnya makin bertambah. Nah, kalo kita jago masak dan pinter milih – milih menu yang enak tapi sehat, bagus tho!!! Benul kan... Sekalian antisisapi antisipasi dan menjaga kesehatan sejak dini (wez kayak iklan ae).

“Lhah, malah curhat???”

Oia, ampe lupa sama judulnya. Okeh – okeh, back to the topic. Yah, jadi intinya saya sudah berhasil membuat karya yang lumayan lah. Walau pun bentuknya masih belum layak jual. Hehe... Yah, perlu latihan lagi biar lebih maknyoooosssss. Siph-siph. --a

Make a Stuff

Yuppy, habis belanja ama temen.
Udah lama rencana mau mbolang ke jmp (jembatan merah plaza) ama teman-teman, tapi baru kesampean. Itupun akhirnya cuma kami berdua yang kekeh ama cita-cita mbolang kami. haha
Wuah, muter - muter plaza capek juga.
Liat ini - itu terpesona aja liat pernak pernik bahan dasar dari berbagai acessories yang biasa kita lihat di mall - mall. Huyy, jadi gak sabar pengen bikin sesuatu dari bahan - bahan itu.
Aku dan Meta (teman mbolangku) akhirnya memutuskan untuk membeli kain flanel, peniti pin, gantungan hape. Hmm, kira - kira apa aja ya yang bisa dibuat dari bahan - bahan itu ???

Wadah ponsel





Yang dibutuhkan: Kain flanel (warna terserah), Gunting, Benang, Jarum, kreativitas.

Dan, mainkan kreativitasmu !!!